Connect with us

Ekonomi

120 Pemuda Ikut Workshop BUMDes

Published

on


HARIANKORANBENGKULU.CO- Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Bengkulu Menggelar Workshop Menuju BUMDes Yang Maju dan Mandiri, Selasa (5/11).

Workshop ini diikuti 120 orang pemuda pelopor desa se-Kabupaten Rejang Lebong.

Kegiatan Workshop Yang Bertujuan untuk Pemuda Pelopor Desa dalam motivasi Pemuda Pelopor Desa untuk berperan aktif menciptakan BUMDes yang maju dan mandiri di Desa.

Workshop yang digelar di Gedung BLKM Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong ini menghadirkan 3 pembicara yang kompeten dibidangnya, dengan tajuk “IAI Mengabdi 2019”.

Diantaranya Dekan FEB Universitas Mercubuana Jakarta yang juga menjabat sebagai ketua Forum Dosen Akuntansi Publik Harnovinsah, Ketua Jurusan Akuntansi Universitas Widyagama Malang Ana Sopanah dan Ketua Program Doktor Akuntansi USU Medan.

Bupati Rejang Lebong yang diwakili oleh Sekretaris Daerah R.A Denni, menyampaikan bahwa, BUMDes sangat berperan penting dalam pembangunan desa terkait pengelolaan potensi-potensi yang ada di masing-masing desa.

“Desa harus melibatkan pemuda pelopor bagaimana dalam pengelolaan desa, dimana dana yang ada di desa perlu dikelola sebaik-baiknya”. Tutur R.A Denni.

Salah satu tugas dan fungsi IAI adalah mengedukasi kepada masyarakat, bentuk dari mengedukasi kepada masyarakat dengan melakukan binaan terkait bidang akuntasi seperti yang disampaikan Wakil Gubernur Bengkulu, Dedi Ermansyah.

“Kita sangat berharap BUMDes dapat dikelola dengan baik, salah satunya dengan memahami sistem akuntasi dengan benar. Karena dana yang akan dikelola cukup besar”. Ujar Dedi Ermansyah.

Dengan tujuan membangun semangat dan mimpi BUMDes Maju dan mandiri. Sebagai penyokong kesejahteraan masyarakat di Pedesaan, mampu merealisasikan salah satu misi Bupati Rejang Lebong yaitu masyarakat yang sejahtera.

Ketua IAI Wilayah Bengkulu Fachruzzaman mengatakan Dengan tata kelola yang baik BUMDes menjadi aset mahal untuk meningkatkan PAD desa yang berujung kepada kesejahteraan masyarakat

“Intinya kita Memotivasi pemuda pelopor bahwa pemuda adalah pemain bukan penonton,” ujarnya.

Dijelaskannya dalam kesempatan ini juga akan diajarkan corporate plan, bagaimana membuat BUMDes dari awal menjadi Badan Usaha yang maju dan mandiri.

Sementara itu salah seorang pengelola BUMDes Kasyono mengaku senang diundang mengikuti worshop terkait pengelolaan BUMDes ini.

Menurutnya, pengetahuan tentang manajemen akuntasi sangat dibutuhkan pihaknya untuk menunjang perkembangan badan usaha mulik desa yang dikelolanya

“Ilmu yang dibagikan sangat bermanfaat bagi kami dalam menjalankan BUMDes,” kata warga desa Air Merah ini.

Turut hadir Ketua Ikatan Akuntasi Indonesia Wilayah Bengkulu, Kepala DPMD Rejang Lebong, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rejang Lebong, Para narasumber, Penggiat pariwisata, para pemuda pelopor serta para peserta workshop menuju BUMDes yang maju dan mandiri. (pro)




Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *