Connect with us

Nasional

BNPT Ciptakan Perempuan Agen Perdamaian, Cegah Radikalisme dan Terorisme

Published

on

KORAN BENGKULU,- Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) menyelenggarakan kegiatan “Perempuan Agen Perdamaian dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme”. Kegiatan itu digelar di Hotel Grage Horizon Kota Bengkulu, Kamis (21/3/2019).

Menghadirkan empat narasumber, kegiatan diikuti sekitar 120 peserta dari berbagai organisasi perempuan di Bengkulu. Empat narasumber yang tampil yakni Ahadi Wijayanto dari Kasubag Deputi di BNPT, Siti Hanifah dari AMAN Indonesia, Maskur dari AMAN Indonesia dan Nurul Fadilah dari FKPT Bengkulu.

Ahadi Wijayanto dalam penyampaiannya mengatakan, bahwa perempuan dalam terorisme secara fakta tidak lagi sebagai simpatisan, melainkan sudah terlibat aktif sebagai pelaku. Dia mencontohkan kejadian di Sibolga, Sumatera Utara, dimana dalam insiden aksi terorisme itu, istri dan anaknya memilih meledakkan diri.

Dalam kasus lain, Ahadi menambahkan bahwa perempuan adalah korban terorisme. “Mereka harus menanggung beban kehidupan ketika keluarganya tertangkap karena jaringan terorisme,” kata Ahadi.

Dengan kegiatan itu, Ahadi berharap para perempuan, utamanya yang menjadi tokoh di masyarakat agar mencegah perkembangan terorisme dan radikalisme.

Sementara Nurul Fadilah memaparkan bahwa saat ini, perempuan telah mengambil peran dalam aksi radikalisme dan terorisme. Dengan kegiatan itu dia berharap perempuan akan menjadi agen perdamaian. “Kita akan membentuk kader-kader perempuan agen perdamaian, untukmencegah dan memerangi radikalisme dan terorisme,” kata Nurul. [Rls]