Connect with us

Bengkulu Selatan

Dana Replanting Sawit Sudah Cair

Published

on

HarianKoranBengkulu.co – Program peremajaan (replanting) kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Selatan terus berjalan.

Di samping terus melakukan sosialisasi, ternyata sudah ada dua Kelompok yang sudah menerima dana untuk program replanting kebun kelapa sawit.

Adapun dua kelompok tersebut yakni di satu kelompok di Kecamatan Kedurang Ilir sebanyak 75 Hektar dan di Kecamatan Pino Raya seluas 125 Hektar. Dengan jumlah anggota kelompok sebanyak 98 orang.

Setiap Hektarnya mendapatkan bantuan sebesar Rp 25 juta. Dana tersebut digunakan untuk keperluan membeli bibit, biaya land clearing (pembersihan lahan), penerasan, pagar, upah, biaya penanaman dan lain sebagainya.

Kepala Dinas Pertanian Bengkulu Selatan Silustero melalui Kabid Perkebunan, Ahmad Sukirman menyampaikan, total usulan masyarakat yang masuk hingga saat ini sudah mencapai 700-an Hektar.

“Kalau yang dua kelompok tadi, dananya sudah masuk di rekening kelompok. Ditargetkan tanggal 20-an nanti pekerjaan sudah dimulai,” jelas Ahmad Sukirman.

Di samping dua kelompok yang sudah cair tersebut, menurut Ahmad Sukirman, sudah ada beberap kelompok lagi yang sudah keluar rekomendasi teknisnya, bahkan sudah ada yang selesai membuka rekening.

” Di Pagar Gading dan Padang Beriang Kecamatan Pino Raya, sudah keluar rekomteknya. Di Pagar Gading seluas 72 Hektar dan Padang Beriang ada 64 Hektar. Sementara yang lain ada yang masih dilakukan pengukuran dan pemberkasan,” bebernya.

Dirinya berharap, dengan adanya dua kelompok tani yang sudah realisasi pencairan dana ini, bisa menjadi pemicu dan contoh bagi warga lainnya untuk melakukan peremajaan kelapa sawit.

“Kita sama-sama berdoa dan berharap, semoga sisanya yang masih diproses ini bisa segera cair. Bagi yang mau mendaftar, kesempatan masih ada. Silahkan dafat,” ujar Kabid.

Adapun kebun kelapa sawit sasaran program replanting ini adalah kebun kelapa sawit yang sudah tidak produktif lagi, tingkat produksi rendah dan bibit asalan yang tidak berkualitas.

Sementara itu, Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi dalam berbagai kesempatan di tengah-tengah masyarakat sering menyampai program replanting kelapa sawit ini.

Bupati selalu menegaskan, bahwa program replanting kelapa sawit ini bersifat gratis dan tidak ada pungutan.

“Banyak keuntungan dari program ini, seluruh biaya ditanggung dari Rp 25 juta tadi. Bibit berkualitas dan terjamin, kebun yang perlu diteras akan diteras, termasuk akses jalannya. Bagi petani yang berminat, silahkan masukkan usulan,” jelas Gusnan.

Petani jangan takut ikut program replanting, hanya karena takut tidak mendapat penghasilan, karena kebun ditebang. Sebagai solusi untuk mendapatkan penghasilan selama kebun sawit belum panen, Gusnan menyarankan masyarakat untuk menanam jagung.

“Nanti benih jagung akan dikasih secara gratis, butuh alat tanam jagung, tractor dan lain sebagainya tinggal pinjam saja ke Dinas Pertanian. Jika memang ada niat, pemerintah sudah memberikan jalan,” jelas Gusnan.

Ditambahkan Gusnan, secara ekonomis jika dibandingkan berkebun kelapa sawit satu Hektar maka akan lebih menguntungkan jika menanam jagung seluas satu Hektar.

“Jika per Hektar jagung menghasilkan 7 Ton dengan harga kita anggap saat ini Rp 3.600 per kilo, maka hasilnya mencapai Rp 25 juta. Per Hektar biaya tanam jagung rata-rata Rp 9 juta. Rp 25 juta dikurang Rp 9 juta masih ada Rp 16 juta. Jika dibagi selama empat bulan, artinya kisaran bergaji Rp 4 juta per bulan. Bagaimana lebih untung tanam jagung kan?,” tanya Gusnan.

Bagi kebun kelapa sawit yang sertifikatnya masih dalam agunan di bank, menurut Gusnan, pemerintah daerah tetap akan mengupayakan supaya bisa ikut program replanting kelapa sawit.

Diantaranya dengan cara bekerja sama dengan perbankan untuk dilakukan restrukturisasi dan reschedule ataupun over kredit ke bank-bank yang bekerjasama dalam program replanting sawit.

Sumber : (MC Bengkulu Selatan)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *