Connect with us

Bengkulu

Danau Gedang, Objek Wisata Penuh Historikal

Published

on

HARIAN KORAN BENGKULU.CO,- Danau Gedang merupakan salah satu objek wisata baru yang berada di Provinsi Bengkulu tepatnya berada di Kecamatan Pondok Kelapa. Lokasi wisata ini walau terbilang baru namun sudah begitu menarik minat pengunjung untuk mendatangi lokasi ini. Kawasan ini akan terlihat begitu ramai oleh para pengunjung terutama saat akhir pekan dan saat hari libur nasional.

Keindahan dan keunikan yang ditampilkan dari danau ini adalah lokasinya yang berdekatan dengan pantai. Banyak pengunjung yang berdatangan untuk mengabadikan momen indah dan menjadikan lokasi spot foto baru. Keindahan serta keunikan danau yang berdampingan dengan pantai ini dapat dijadikan objek wisata dengan potensi alam yang sangat tinggi.

Bayangkan saja danau yang berdampingan langsung dengan laut bak sebuah muara yang begitu luas namun tetap terpisah oleh hamparan pasir sekitar 30 meter.  Gambaran pemandangan yang sangat unik serta menarik perpaduan antara danau dan laut dalam satu frame. Di lokasi ini juga para pengunjung juga dapat melakukan kegiatan berenang, namun harus tetap berhati-hati. Menikmati keindahan alam yang disajikan dengan duduk-duduk santai. Dapat sejenak menghilangkan segala kepenatan yang ada akibat dari rutinitas bekerja setiap hari.

Para pengunjung yang mendatangi lokasi ini biasanya akan menunggu momen terindah yaitu ketika matahari terbenam. Dimana langit mulai memancarkan warna jingga kemerahan  menambah keindahan yang tida duanya. Bak lukisan tangan Tuhan yang begitu sempurna. Di sekitar kawasan ini juga para pengunjung dapat melakukan kegiata berkemah, karena di sini juga terdapat area untuk perkemahan.

Namun cukup disayangkan, keunikan lokasi wisata ini belum memiliki fasilitas yang memadai. Pengelolaan kawasan wisata ini belum dilakukan pengelolaan secara maksimal. Bahkan di kawasan ini belum terdapat tempat duduk yang permanen, pondok atau tempat untuk berteduh. Para pengunjung yang datang ke lokasi ini hanya bisa duduk-duduk di bangku-bangku yang terbuat dari kayu ataupun bambu.

Padahal jika dilakukan pengelolaan secara baik, danau ini dapat dijadikan salah satu objek wisata andalan bagi daerah ini dan tentunya juga dapat meningkatkan Pendapatan Daerah Setempat (PAD). Ditambah lagi apabila area ini dibuatkan dermaga di tepi danaunya akan terlihat lebih indah. Selain itu juga para warga dapat memanfaatkanya dengan membudidayakan ikan air tawar.

Terlepas dari keindahan yang ditampilkan dari danau ini sendiri, terdapat aktivitas atau tradisii unik yang dilakukan di danau ini. Tradisi tersebut sering disebut dengan Tradisi Danau Terbelah atau Danau Patah dan tradisi tersebut akan dilakukan oleh para penduduk asli dengan menggunakan alat-alat tradisional.

Tradisi tersebut biasanya dilakukan ketika air danau sedang tinggi. Para warga akan membuat tumpukan yang terbuat dari pasir sebagai pembatas antara air danau dengan air laut. Pembatas tersebut sengaja dibuat dengan ukuran kurang lebih sekitar setengah meter hingga mencapai satu meter.

Tradisi tersebut dilakukan supaya air yang ada di danau bisa mengalir menuju ke laut atau ke pantai yang ada di sebrangnya. Tradisi membelah danau ini tidak semudah yang dibayangkan, hal ini juga melibatkan ratusan warga atau masyarakat setempat. Tradisi membelah danau ini dilakukan mulai dari bagian pangkal danau yang memiliki ukuran lebar kurang lebih sekitar 20 sampai 25 meter.

Setelah itu para warga akan mengawasi aliran air ini dann jika danau telah surut, galian pasir yang dibuat itu akan ditutup kembali oleh para warga. Tradisi ini sengaja dilakukanoleh para warga setempat yang bertujuan untuk mengambil berbagai jenis ikan-ikan, udang maupun kepiting yang memang hidup di danau ini. Tradisi ini pula akan dilakukan setiap enam bulan sekali dan saat air danau sedang tinggi.

Keunikan dari tradisi ini memang sudah berlangsung selama ribuan tahun. Akan tetapi para warga setempat tetap percaya bahwa limpahan ikan-ikan di danau ini tak kan habis. CC

Continue Reading
Advertisement