Connect with us

Bengkulu

Dibantai Secara Tragis, Sang ‘Bidadari’ Pergi tuk Selamanya

Published

on

               Agama memang mengajarkan, bahwa Rizki, Jodoh dan Maut merupakan Rahasia ‘Sang’ khalik, Allah. Tetapi orang tua mana di dunia ini yang ‘Hati’ dan ‘Perasaannya’ tak ‘Hancur’, tak Marah  dan tak ‘Geram’, jika tiba-tiba mendapat kabar anak gadis Sang ‘Bidadari’ cantik yang sedang menuntut Ilmu jauh dari keluarga, harus pergi tuk selamanya setelah dibantai secara ‘Tragis’ oleh orang yang tak Berprikemanusiaan.

               “Subhanallah, ternyata benar ini Jenazah keponakan kami,” ungkap Heri Zulhayat, saat menceritakan kembali Koronologi ditemukannya Jasad  Sang keponakan, Wina Mardini, 20 tahun, Mahasiswi semester 5 Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu yang sudah Terbujur di dalam lubang dengan kondisi Terikat di belakang Kosannya,   Minggu 8 Desember 2019 malam, di Bengkulu.

               “Ayahnya mantan Kepala Desa Medan Jaya, Kecamatan Ipuh, Mukomuko. Sudah sejak kuliah di Unib tahun 2017 Kos di Bengkulu. Wina anak yang baik dan Sopan. Dia merupakan anak kesayangan di keluarga kami. Tetapi kenapa perjalanan hidupnya harus tragis, di bunuh dengan cara tak Wajar. Apa sebenarnya salah dia,” ujar Herri tertunduk, dengan suara tertahan.

               “ Tetapi apa hendak dikata, semuanya sudah terjadi. Semoga keponakan kami mendapat tempat yang layak disisi Sang Khalik. Saat ini kami hanya berharap Polisi dapat Mengungkap Siapa yang melakukan perbuatan biadab itu. Kami berharap dia mendapat hukuman yang setimpal, baik dunia maupun akhirat” paparnya.

               Seperti diketahui, Wina Mardian, mahasiswi Unib berparas polos yang menghilang sejak Selasa malam 3 Desember 2019,  jasadnya ditemukan tewas terkubur di belakang kamar Kosnya, di kawasan Kelurahan Beringin Raya, Kecamatan Muara Bangkahulu, Bengkulu.

               Berawal dari kecurigaan Keluarga dan masyarakat sekitar saat mendapat Informasi, bahwa Penjaga Kosan Reza, Pardi, sebagaiman tercatat di Bukuh Nikahnys yang beredar di Medsos,  menghilang sejak Sabtu 7 Desember 2019.

               Di luar dugaan, keluarga bersama Warga yang mencoba menyisir sekitar Kosan, menemukan Sendal Korban di rawa-rawa. Dengan dibantu para Mahasiswa dan Mahasiswi yang juga tinggal di Kawasan yang sama, mereka terus dan terus mencari. Usai Shalat Ashar, salah seorang keluarga menemukan ada ‘Gundukan’ tanah yang belum lama ditimbun.

               Mereka terus berusaha menggali dan menemukan semacam Lemak yang keluar dari lubang. Setelkah setengah meter digali, keluarga dan warga menemukan buah Kelapa yang di bawahnya ada Karung bekas Semen. Saat diangkat, ternyata isinya adalah Jasad si Mahasiswi Cantik, Wina Mardini dalam kondisi terikat.

               “ Keseharian Wina memang orangnya pendiam dan tertutup.  Kalau bertegur sapa dengan tetangga seadanya saja. Tetapi anaknya baik, kok, sangat baik” tutur Sinta Alena, salah seorang tetangga yang Kamar Kosannya bersebelahan dengan Almarhumah, saat ditemui di Pondokan Reza.   

               Bahkan selama bertetangga, menurut Sinta, selain dia tak pernah sekalipun melihat atau mendengar Wina terlibat Cekcok atau Ribut dengan siapapun, juga tak pernah terlihat menerima tamu laki-laki di Kosannya.

               “Hanya saja, beberapa waktu lalu atau lebih tepatnya sebelum menghilang, saya sempat melihat Wina terjatuh saat hendak mengeluarkan Motor dari Kosan, karena tersenggol oleh salah seorang lekaki yang tinggal di Kosan yang sama,” tutur Sinta.

               Tetapi Sinta enggan menyebut siapa orang yang menyenggol Wina. Dia hanya mengatakan bahwa orang yang menyenggol tinggal dibagian bawah Kosan Reza. Sinta juga mengaku tak mendapat firasat apa-apa jika temannya akan meninggal dunia dengan kondisi yang mengenaskan. Menurutnya, ada beberapa kejanggalan dengan tewasnya Wina, yaitu Penjaga kosan yang menghilang saat proses pencarian Wina.

               “ Selamat Jalan sahabat, teman dan saudaraku. Kami sayang kamu dan tak akan pernah melupakan budi baikmu. Kami yakin, Allah lebih sayang kepada mu. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. (Boy).

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *