Gubernur Minta Kapolres Tembak Ditempat Bandar Narkoba

35

HARIANKORANBENGKULU.CO-Kekhawatiran peredaran Narkoba merambah generasi muda hingga kalangan pelajar menjadikan perhatian serius pemerintah provinsi Bengkulu. Oleh karenanya, Gubernur Bengkulu Dr. H.Rohidin Mersyah M.MAmeminta kepada semua pihak untuk memutus mata rantai peredaran Narkoba di wilayah ini.

” Saya sangat mengapresiasi kinerja BNN Bengkulu dalam membrantas peredaran Narkoba saat ini. Saya juga meminta kepada Kapolres untuk menembak ditempat jika ada Bandar dan pengedar Narkoba di Bengkulu, tidak ada lagi toleransi karena dari sinilah yang merusak bangsa,” kata Gubernur Bengkulu. Dr. H.Rohidin Mersyah,M.MAsaat mengukuhkan dan melantik Tagana dan SANS (Satgas Anti Narkoba Sekolah) SMA dan SMK se kabupaten Seluma di SMAN 1 Seluma, Kamis (12/9).
Dikatakan Gubernur, peranan sangat dibutuhkan guna mencegah maraknya penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

” Dengan Dikukuhkannya SANS agar semua pihak dapat melakukan upaya-upaya pemberantasan narkoba, seperti membangun komitmen bersama komponen sekolah, menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari narkoba, serta meningkatkan kesadaran pengetahuan, sikap dan kemampuan siswa dalam mencegah peredaran gelap narkoba di Sekolah.

” Jika ada yang kecanduan laporkan, bukan untuk dihukum tapi direhabilitasi dengan pendekatan,” ujar Rohidin.
Begitu pula peranan Tagana, Provinsi Bengkulu sebagai daerah rawan bencana menjadi hal penting keberadaan Tagana.
” Wilayah kita termasuk daerah rawan bencana, peran Tagana sangat dibutuhkan,” sampai gubernur.

Dibagian lain, Kepala Dinas Sosial provinsi Bengkulu Drs. Iskandar ZO yang ikut mendampingi dalam kegiatan itu mengungkapkan pengukuhan dan pelantikan Satgas Tagana dan SANS merupakan implementasi adanya surat edaran (SE) nomor 4 dan 1 tahun 2019 tentang mitigasi kebencanaan di dunia pendidikan.

” Ada 500 sahabat Tagana dan 100 sahabat anti narkoba sekolah dari 10 SMA/SMK se kabupaten Seluma,” ujar Iskandar.(AN)

Loading...