Connect with us

Hukum

Irma, Korban ‘Konspirasi’ Dana Aspirasi

Published

on

ilustrasi /foto : tubasmedia.com

HarianKoranBengkulu.co – Irma, PPTK Publikasi Diskominfotik Provinsi Bengkulu, terindikasi menjadi Korban ‘Konspirasi’ kelompok  yang ‘Menyulap’ dana Aspirasi anggota DPRD yang seharusnya untuk membangun Daerah Pemilihan (Dapil) menjadi dana Publikasi.

“ Saya yakin, Irma hanya korban. Dia dalam posisi ‘Buah Simalakama’. Dimakan ‘Mati’ Bapak, tidak dimakan ‘Mati’ Ibu. Disatu pihak, dalam kapasitasnya sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara), Suka atau Tidak Suka. Nyaman atau Tidak Nyaman,” dia selain wajib melaksanakan Tugas yang menjadi Tanggungjawabnya, juga wajib patuh kepada atasan,” ujar Direktur Eksekutif LSM Guntur, Arafik, akrab disapa Rafik, saat diminta komentar tentang heboh dana Aspirasi anggota DPRD yang dititifkan ke Diskominfotik Provinsi Bengkulu.

Dengan didahului kata-kata ‘Bukan’ untuk ‘Mengecilkan’  jabatannya sebagai PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan), Rafik meyakini bahwa Irma belum memahami untuk apa Kegunaan dana Aspirasi anggota DPRD sebagaimana diatur Peraturan Perundang-Undangan.

Karena menurutnya,  bukan hanya Irma tetapi termasuk banyak ‘Orang’ yang juga belum atau tidak memahami (penggunaan dana Aspirasi anggota DPRD yang benar), yang di Pasal 80 hurp j Undang-Undang Nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD disebut dengan program Pembangunan Daerah Pemilihan.

“ Tetapi karena dia adalah PPTK, maka ketika dana Aspirasi yang menjadi tanggung jawabnya bermasalah bahkan berpotensi melanggar rambu-rambu yang mengatur, dia ‘Orang’ pertama yang menjadi ‘Bulan-Bulanan’,” papar Rafik.

“ Dilain pihak ketika Konspirasinya mencuat kepermukaan, orang-orang yang diduga menikmati dana Aspirasi semua ‘Tiarap’ panjang, tinggal lah Irma seorang diri dan Pasrah. Mareka betul-betul mengorbankan orang lain. Memprihatinkan memang, tetapi itulah faktanya,” tambah Rafik.

Disinggung tentang kemungkinan Irma juga turut menikmati dana Aspirasi anggota DPRD yang dikelolanya, secara spontan Rafik mengatakan; Tidak mungkin. “ Menurut ‘runmor’ yang ramai dibicarakan khususnya dikalangan Pers dan LSM, dana Aspirasi anggota DPRD dialihkan dari yang seharusnya untuk membangun Dapil menjadi dana Publikasi. Artinya, disitu ada anggota DPRD dan pemilik media, yang identic dengan Wartawan. Pertanyaannya, apakah mungkin ASN atau Pejabat selevel PPTK seperti Irna berani minta bagian. Rasanya naïf,” jelas Rafik.

Terpisah, beberapa sumber dikalangan media berpendapat, bahwa semakin buruknya situasi yang dihadapi PPTK Diskominfotik Provinsi Bengkulu, Irma, diakibatkan adanya ‘Orang’ yang tak faham apa-apa masuk ke dalam lingkaran dan berlagak menjadi Pahlawan kesiangan.

“ Maksud hati ingin jadi Pahlawan dihadapan Bu’ Irma, tetapi Jurus yang digunakan salah. Dia menggunakan Jurus ‘Dewa’ mabok hantam sana hantam sini. Akibatnya, ‘Sang’ Pahlawan Kesiangan justru menjadi sasaran ‘Tembak’ yang ‘Empuk. Malangnya, dampak dari manuvernya yang terbilang ‘Lebay’ itu, membuat situasi yang dihadapi Buk’ Irma semakin tidak menguntungkan,” papar sumber.

“ Tentang siapa yang dimaksud dengan Pahlawan Kesiangan, semua orang siapun yang mengikuti berita-berita tentang dana Aspirasi pasti tahu,” sambung sumber, yang menolak disebutkan namanya dengan alasan tidak mau terlibat apalagi dilibatkan dalam pusaran kemelut dana Aspirasi.(red/tim).

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *