Manfaat Membaca Bagi Pemustaka Perpustakaan

15

Oleh : Susialia Fitriani

 Pendahuluan

Perpustakaan merupakan suatu sitem informasi yang berfungsi untuk menyimpan pengetahuan dan kebudayaan umat manusia yang direkam dalam berbagai bentuk dan diatur sedemikian rupa sehingga informasi tersebut dapat ditemukan kembali untuk dibaca oleh pemustaka dengan cepat dan tepat. Kedatangan pemustaka ke perpustakaan adalah untuk memperoleh informasi sesuai dengan kebutuhan mereka, informasi tesebut di peroleh melalui proses membaca. Banyak hal yang dapat dirasakan oleh pemustaka akan manfaat dari membaca khususnya membaca di perpustakaan yang memiliki kelengkapan koleksi yang bervariasi, dari bacaan anak-anak, remaja, dewasa bahkan lansia.

Membaca menjadi kebutuhan pokok manusia yang tidak bisa tidak dilakukan, karena setiap manusia khususnya pencari informasi tidak akan memperoleh informasi yang dibutuhkan apabila tidak membaca baik membaca secara langsung melalui bahan bacaan cetak ataupun noncetak seperti membaca melalui handphone dan komputer. Walaupun teknologi sudah mengubah semuanya menjadi digital, tetap saja koleksi cetak tidak bisa bisa dihilangkan karena koleksi cetak jauh lebih bermanfaat bagi pemustaka perpustakaan.

Pengakuan yang sungguh luar biasa dari seorang pemustaka yang sedang membaca di sebuah perpustakaan “ buku cetak adalah segalanya bagiku karena dengan membaca buku ini aku jadi tahu semua tentang dunia, sedangkan teknologi hanya untuk sekedar mencari informasi dengan cepat tetapi tidak dapat memberikan kepuasan seperti bacaan cetak yang tersedia di perpustakaan”.  Menurut pemustaka diatas dia lebih memilih membaca buku di perpustakaan dari pada membaca melalui teknologi handphone. Jelas bahwa bacaan cetak takkan tergantikan dengan apapun ini berarti dengan membaca kita dapat memperoleh informasi yang sangat banyak.

Dengan membaca kita dapat mengetahui dan menguasai ilmu pengatahuan yang menjadi komponen yang berpengaruh terhadap keberhasilan pendidikan. Pada kenyataannya, membaca menjadi kebutuhan semua manusia baik membaca buku, surat kabar, majalah, surat, memalui media televisi, handphone dan sejenisnya. Inilah yang mendasari konsep peningkatan budaya baca untuk mengetahui dan mengusai seluruh informasi dan ilmu pengetahuan.

Membaca tak cukup dengan minat saja jika tidak dilengkapi dengan fasilitas, dana dan perlengkapan membaca, bahkan partisipasi dari orang tua, masyarakat, serta perpustakaan sangat diperlukan. Orang tua punya peran penting dalam memberikan pemahaman kepada anak akan pentingnya membaca karena membaca bukan hanya sekedar ucapan perintah tetapi kebiasaan seseorang yang akhirnya menjadi suatu kebutuhan. Jika kita membiasakan diri untuk membaca maka akan lebih mudah memotivasi anak kita untuk mengikuti apa yang kita lakukan seperti halnya dalam kontek membaca. Hal inilah yang mendasari penulis untuk kembali mengingatkan kita semua akan pentingnya membaca dalam memperoleh informasi dalam kehidupan kita sehari-hari khususnya pemustaka perpustakaan.

Definisi Membaca

Membaca dalam kontek bahasa Indonesia berarti melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis (dengan melisankan maupun hanya dalam hati). Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005: 83) bahwa membaca adalah mengeja atau melafalkan apa yang tertulis. Finochiaro dan Bonomo (1973: 119), mengartikan membaca adalah memetik serta memahami arti atau makna yang terkandung didalam bahasa tertulis. Membaca merupakan suatu cara untuk memahami sebuah arti dan maknanya yang ada dalam bahasa tertulisnya.

Membaca dapat juga diartikan sebuah proses yang dilakukan oleh para pembaca untuk mendapatkan sebuah pesan, yang akan disampaikan dari penulis dengan perantara media kata-kata ataupun bahasa tulisan. Dari berbagai definisi diatas dapat disimpulkan membaca adalah kegiatan fisik dan mental yang meuntut seseorang untuk menginterprestasikan symbol tulisan dengan aktif, kritis sebagai pola komunikasi dengan diri sendiri agar dapat menemukan makna tulisan dan memperoleh informasi sebagai proses transmisi pemikiran unutk pengembangan intelektualitas dan pembelajaran sepanjang hayat.

Tujuan Membaca

Tujuan membaca secara umum sebagai berikut: Kesenangan, Menyempurnakan startegi tertentu, Mempergunakan strategi tertentu, Memperbaharui pengetahuan tentang suatu topic, Mengaitkan informasi baru dengan informasi yang telah diketahuinya, Memperoleh informasi untuk laporan lisan atau tertulis, Mengkonfirmasi atau menolak prediksi, Menampilkan suatu eksperimen atau mengaplikasikan suatu informasi yang diperoleh dari suatu teks dalam  beberapa cara lain dan mempelajari tentang struktur teks, menjawab pertanyaan – pertanyaan yang spesifik.

Manfaat Menbaca

Membaca merupakan kegiatan yang penting dalam kehidupan pemustaka karena membaca tidak hanya untuk memperoleh informasi, tetapi berfungsi sebagai alat untuk memperluas pengetahuan tentang banyak hal mengenai kehidupan. Membaca akan meningkatkan kemampuan pemustaka dalam memahami kata, meningkatkan kemampuan berpikir, meningkatkan kreatifitas dan juga berkenalan dengan gagasan-gagasan baru.

Nurhadi menyebutkan manfaat membaca adalah sebagai berikut: (1) Meningkatkan kadar intelektual (2) Memperoleh berbagai pengetahuan hidup (3) Memiliki cara pandang dan pola pikir yang luas (4) Memperkaya perbendaharaan kata (5) Mengetahui berbagai peristiwa yang terjadi diberbagai belahan dunia (6) Meningkatkan keimanan (7) Mendapatkan hiburan.

Selain manfaat ada faedah dan nilai dari membaca yaitu: dengan membaca mempunyai nilai praktis. Bagi perorangan, membaca itu merupakan alat untuk penambah pengetahuan, Sebagai penghibur. Untuk mengisi waktu terluang ( seperti membaca syair – syair, sajak – sajak, roman, majalah dan sebagainya), Memperbaiki akhlak dan bernilai kegamaan. Jika yang dibaca adalah buku – buku yang bernilai etika ataupun keagamaan, Bernilai fungsional artinya berguna bagi pembentukan fungsi – fungsi kejiwaan. Misalnya membentuk daya ingatan, daya fantasi, daya pikir (akal), berbagai jenis perasaan dan sebagainya.

Penutup

Membaca adalah salah satu tuntutan dalam kehidupan masyarakat modern. Melalui kegiatan membaca kita dapat mengetahui dan menguasai berbagai hal. Membaca akan meningkatkan kemampuan pemustaka dalam memahami kata, meningkatkan kemampuan berpikir, meningkatkan kreatifitas dan juga berkenalan dengan gagasan-gagasan baru.(Pustakawan Ahli Muda).

DAFTAR PUSTAKA

Iskandar. 2016. Manajemen dan Budaya perpustakaan. Bandung: Refika Aditama.

Nurhadi. (1995). Tata Bahasa Pendidikan. Semarang : IKIP Malang Press.

Suwarno, Wiji. 2016. Ilmu Perpustakaan & Kode Etik Pustakawan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

 

Loading...