Pemkot Akan Bentuk Satgas Narkoba, Demi Berantas Penyalahgunaan Narkoba di Bengkulu

11

HARIANKORANBENGKULU.CO- Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi merasa miris dengan banyaknya pengguna narkoba di Kota Bengkulu. Hal ini disampaikannya dalam Rapat Kerja (Raker) Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba bersama instansi pemerintah Kamis (27/06/2019) di Grage Hotel Horizon. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2019.

“Terdata ada 5.700 orang di seluruh Kota Bengkulu yang menggunakan narkotika. Kita miris dengan jumlah yang besar ini dalam hal negatif pula, kalo tidak diatasi pasti akan menyentuh angka 6000 orang. Mari kita perangi narkoba dan penyalahgunaannya,” ucap Dedy Wahyudi.

“Ini adalah angka gunung es, artinya, banyak lagi yang baru mulai, mencoba, dan akan terdampak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba ini,” tambah Dedy Wahyudi.

Ia juga mengungkapkan banyak aspek berkembangnya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, salah satunya aspek lingkungan.

“Pemerintah Kota Bengkulu sudah berupaya menutup semua tempat yang berbau negatif, warga pun sudah ikut serta dalam menjaga tempat wisata agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba, namun hal ini belum cukup menelusuri akar peredaran narkoba,” jelasnya.

Wawali juga mengecam Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Badan Narkotika, bahkan kepolisian yang terlibat penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

“Saya berharap setelah Raker ini ada hasilnya, tolong sosialisasikan hasil Raker pemberantasan narkoba di apel perangkat daerah,” tegas Dedy.

Pemkot juga akan membentuk satgas anti narkoba di masing-masing OPD berdasar pada Peraturan Walikota (Perwal), dan apabila ada yang mengetahui terlibat penyalahgunaan narkoba harus segera melapor ke petugas secepatnya.

“Kita akan berkoordinasi dengan Kesbangpol untuk menentukan OPD yang akan menjadi leadernya. Dengan Raperda pencegahan dikaji oleh bidang Hukum, sedangkan program ketahanan keluarga ditangani oleh bidang Kesra.

Menurut Dedy Wahyudi, dengan menekan ruang gerak – gerik peredaran narkoba akan memperlambat bertambahnya pengguna narkoba tersebut. “Kalau menurunkan angkanya kita masih mencari rumus untuk hal tersebut, namun untuk memperlambat pertumbuhannya sudah lebih dari cukup,” tutupnya.

Pewarta : Bastian Dwi Cahyo

Loading...