Connect with us

Bengkulu Utara

Pencairan 95 Persen Dana Proyek GOR, Terindikasi PHO Fiktif

Published

on

proyek Pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Argamakmur., yang dikerjakan oleh PT Persada Bakti Mandiri dengan total Kontrak sebesar Rp.10.957.058.603,59/foto Garuda citizen

KoranBengkulu.co – Pencairan 95 persen dana proyek Pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Argamakmur., yang dikerjakan oleh PT Persada Bakti Mandiri dengan total Kontrak sebesar Rp.10.957.058.603,59, diyakini terindikasi menggunakan Berita Acara PHO Fiktif.

      Indikasi tersebut, berdasarkan Pantauan di lapangan per-31 Desember 2019 selain terlihat masih banyak item Pekerjaan yang belum selasai diantaranya pekerjaan Atap dan lantai gedung, dari Perkiraan kasat mata kemajuan fisiknya juga baru sekitar 70 persen.

      Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bengkulu Utara, Fitriansyah, sebagaimana ‘di-Wartakan’ media online  Garuda Citizen edisi tayang 13 Januari 2019, saat dikonfirmasi awak media membenarkan bahwa pada 30 Desember 2019 dana proyek pembangunan GOR sudah dicairkan 95 persen.

      “Sudah kita cairkan 95 persen dari nilai kontrak, sehingga anggaran tersisa hanya tinggal sekitar Rp 500 juta. Kalau soal dari mana mendapatkan (angka 95 persen kemajuan fisik pekerjaan), tanyakan ke Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) atau PPTK (Pejabat Teknis Kegiatan). Kami hanya meneima ‘Laporan’ dan ‘Usulan’ dari mereka,” kata Fitriansyah, Senin 13 Januari 2020, juga sebagaimana dikutif media online  Garuda Citizen.

      Terpisah, beberapa pengusaha Jasa Konstruksi (Kontraktor) setempat saat dimita tanggapan, menjelaskan, bahwa kepanjangan dari PHO adalah Provisional Hand Over, atau dalam Bahasa Indonesia disebut ‘Serah Terima Pertama’ pekerjaan. Terkait untuk pencairan besaran dana pada proses akhir pekerjaan Konstruksi, memang wajib berdasarkan Berita Acara PHO yang ‘Dibuat’ dan ‘Ditandatangani’ oleh beberapa ‘Orang’ tim PHO, sebagai pembuktian Kebenaran persentase kemajuan fisik pekerjaan sesuai fakta di lapangan.

      “Untuk pekerjaan yang dananya sudah bisa dicairkan 95 persen, di dalam Berita Acara PHO disebutkan bahwa fisik pekerjaannya sudah selasai 100 persen. Sedangkan yang 5 persen tersisa, sesuai Ketentuan baru bisa dicairkan setelah masa Pemeliharaan berakhir, berdasarkan Berita Acara FHO (Final Hand Over) atau dalam Bahasa Indonesia disebut ‘Serah Terima Akhir’., ungkap para Kontraktor yang berulang kali berpesan agar nama dan identitasnya tak disebutkan, dengan pertimbangan tidak mau ‘Berbenturan’ dengan Pejabat yang notabene adalah “Penguasa’ atau ‘Pemilik’ paket proyek.

      “ Profesi Kontraktor adalah ‘Ladang’ kami mencari makan untuk menghidupi Anak dan Istri. Jika kami ‘Berbenturan’ dengan Pejabat yang (notabene) adalah ‘Pemilik’ proyek, maka dapat diyakini kami tidak akan pernah ‘Dapat’ paket proyek baik melalui mekanisme Lelang (tender) maupun PL (Penunjukan/Penetapan) langsung. Pokoknya, ‘Kiamat’ lah,” ujar mereka.

      “ Sedangkan penjelasan tentang keterkaitan Pencairan dana proyek dengan PHO maupun FHO, itu adalah sebatas tanggapan kami atas permintaan Wartawan sesuai dengan Pengetahuan kami selama jadi Kontraktor. Sama sekali bukan untuk ‘Menyerang’ atau ‘Menyudutkan’ orang lain siapapun itu. Tidak,” tambahnya.

      Saat diajukan pertanyaan tentang jika ditemukan ada ‘Perbedaan’  persentase Kemajuan fisik pekerjaan proyak antara di Berita Acara PHO yang ‘Angkanya’ lebih besar disbanding dengan fakta di lapangan, para Kontraktor itu hanya menjawab diplomatis, ‘Silahkan Tanya Sama Rumput yang Bergoyang’.

      “ Bukan Kapasitas kami untuk Menyimpulkan apakah itu fiktif atau apalah namanya, karena kami bukan Penyidik atau Auditor BPKP. Yang pasti, kalau ada perbedaan itu artinya ‘Tidak Sama’  namanya,” ujar mereka.

      Sementara Tim Investigasi Wartawan Koran Bengkulu Group yang bertugas ke Kabupaten Bengkulu Utara Sampai Berita Ini siap ‘Tayang’ belum berhasil melakukan Konfirmasi baik dengan Kepala Dispora maupun PPTK proyek bangunan gedung GOR.(red/tim).         

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *