Peran Pemerintah Pada Dunia Pendidikan dalam Revolusi Industri 4.0 

25

HARIANKORANBENGKULU.CO – Menghadapi dampak perubahan revolusi Industri 4.0  pada dunia pendidikan, tentu ada peran dan kewajiban pemerintah agar dunia pendidikan itu dapat disesuaikan dengan perkembangan tekhnologi yang sangat pesat saat ini.

Untuk itu, guna memastikan perubahan Revolusi Industri 4.0 ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Bengkulu, maka pemerintah telah mengupayakan agar sarana penopangnya juga dapat berjalan dengan baik.

“Tekhnologi Industri ini tidak akan terlaksana jika tidak ada ketersediaan listrik sebagai penopangnya. Ini menjadi tanggungjawab pemerintah, bagaimana listrik ini dapat tersedia hingga ke pelosok-pelosok desa,” jelas Asiten III Yuliswani, saat menyampaikan materi pada Seminar Nasional bertajuk ‘Dunia Pendidikan Dalam Perubahan Revolusi Industri 4.0’ yang digelar oleh Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), di Kampus 4 UMB Bengkulu, Senin (09/09/2019).

Guna memastikan hal itu, ungkap Yuliswani, pemerintah provinsi telah mencanangkan seluruh desa di Provinsi Bengkulu tealiri listrik sejak akhir tahun 2018 lalu.

Selain itu, jelasnya, agar dunia pendidikan tidak ‘Gatek’ dan agar ‘melek’ tekhnologi, maka  pemerintah provinsi  bekerja sama dengan PT. Telkom telah memastikan jaringan internet dapat diakses keseluruh pelosok desa, terkhusus pada sekolah-sekolah.

Sehingga dengan upaya tersebut, ujranya, dapat dimanfaatkan bagi perkembangan ilmu pengetahuan dalam dunia pendidikan guna memghadapi era Revolusi Industri 4.0 ini.

“Jangan sampai kita manusia menjadi alat dari tekhnologi ini. Bagaimana kita sebagai manusia yang harusnya mengendalikan tekhnologi itu,” tegas Yuliswani.

Lanjutnya, dengan adanya perubahan besar dalam bidang tekhnologi, maka secara otomatis bidang pendidikan juga mendapatkan dampaknya.

untuk mengatasi hal itu, seorang guru pendidik yang menjadi satu-satunya pemberi informasi pendidikan dan pengetahuan kepada anak didiknya, harus dapat mengatasi dan mengantisipasi dampak perubahan tekhnologi tersebut, sehingga tekhnologi yang digunakan itu dapat bermanfaat bagi ilmu pengetahuan yang didapati oleh anak didiknya.

“Kita harus memerlukan literasi-literasi dibidang digital. Bagaimana kita menyampaikan revolusi industri ini dapat kita gunakan untuk membaca data informasi maupun tekhnologi, memahami dan menganalisa data dan mesin tekhnologi tersebut sehingga dapat bermanfaat bagi anak didik kita,” ujar mantan Kadis Koperasi dan UKM Provinsi Bengkulu ini. (MC).

 

Loading...