Connect with us

Kota Bengkulu

Terinspirasi Dari Kampung Batik Solo, Pemkot Akan Bangun Kampung Batik Basurek

Published

on

HARIANKORANBENGKULU.CO-Kota Solo yang terkenal dengan batik kainnya selalu menjadi tujuan wisatawan saat berkunjung. Sebab, kota ini mempunyai kawasan tematik yang bernama Kampung Batik Laweyan.

Merupakan nama yang terkenal, Kampung Batik Laweyan adalah pusat penghasil batik di kota Solo. Ciri khas kampung ini secara arsitektur sangat mudah dikenali, dan ciri rumah produksi batik di kampung ini memiliki tembok yang menjulang tinggi dengan nuansa tradisional.

Dengan adanya, tembok yang menjulang tinggi tersebut bertujuan untuk melindungi privasi pengusaha batik. Sebagian besar penduduk kampung Laweyan adalah pengusaha batik yang dapat juga dilakukan di rumah mereka masing – masing.

Dalam kunjungannya ke Kota Solo, Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama dengan Deputi Bank Indonesia Bengkulu, kepala OPD, Kepala DPMTSP, Dinas Perindag serta Dinas Pariwisata Kota Bengkulu. Mengunjungi dan melihat Kampung Batik Laweyan yang ada di Kota Solo itu. Kamis (11/07/2019).

Dalam kesempatan ini, Wawali menyampaikan tentang batik khas Kota Bengkulu serta  mengenalkan namanya. Yakni Kain Batik Basurek, yang merupakan batik tradisional Bumi Rafflesia.

“Kota Bengkulu juga akan berencana membangun kawasan tematik yaitu Kampung Batik Basurek,” jelas Dedy Wahyudi.

Menurut Dedy, Batik Kain Basurek merupakan produk unggulan yang dimiliki Kota Bengkulu. “Kampung Batik Basurek nantinya akan menjadi pusat Batik Basurek di Provinsi Bengkulu, sehingga dapat menarik wisatawan untuk mengunjungi Bengkulu,” harap Wawali.

Pewarta : Bastian Dwi Cahyo

 

Continue Reading
Advertisement